campdavidhome

All about our effort to build our own home

Seberapa Besar Rumahmu ?

pada Maret 5, 2012

Buat saya, rumah yang bagus tidak harus luas. Mengingat kondisi sekarang yang susah dapetin pembantu, lebih enak punya rumah kecil deh.

2 atau 3 kamar tidur saja sudah cukup. Ditambah ruang duduk, dapur dan gudang. Kamar pembantu cukup 1 saja. Ditambah garasi, yang juga bisa berfungsi sebagai gudang (!).

Pengalaman saya tinggal di rumah orangtua di Surabaya membuktikan bahwa rumah besar itu high maintenance. Kalau pembantu pada mudik lebaran, orangtua saya memilih berlibur ke luar kota supaya tidak perlu membersihkan rumah…hahaha….

Rumah om saya lain lagi ceritanya. Sama2 di Surabaya, rumah itu dibangun untuk sepasang suami-istri dengan 3 orang anak. Setelah rumah selesai dibangun dan ditempati …. 1 tahun kemudian hanya tersisa 1 anak yang tinggal di situ. Yang 2 lagi sekolah di luar negeri. Tahun ini anak ke3 bakal menyusul studi di luar negeri. Jadinya rumah besar itupun kosong melompong.

Saya juga punya pengalaman tidak enak dengan rumah bertingkat. Bagi saya, rumah bertingkat milik orangtua saya membuat anggota keluarga jadi saling menjauh.

Waktu itu saya tidur di lantai bawah, sementara orangtua tidur di lantai atas. Begitu saya pulang kuliah, capek, jadinya males banget mau naik ke lantai atas. Apalagi kalau banyak tugas yang harus dikerjakan. Selesai mengerjakan tugas kantuk sudah datang. Akhirnya ga ketemu orangtua deh.

Belum lagi capeknya kalau pas lagi ketinggalan barang di lantai atas😦

Beberapa tahun yang lalu papa mulai bermasalah dengan lututnya. Setelah diperiksa dokter sana-sini, akhirnya konsultasi ke dokter ortopedi di Singapura (last opinion). Si dokter langsung bisa menduga bahwa kamar tidur papa ada di lantai atas. Menurut dokter itu, sering naik-turun tangga dan jarang berolahraga menjadi penyebab habisnya pelumas sendi pada lutut.

Ingat iklan Anlene di TV kan ? Turun tangga sama dengan 5 kali berat badan tubuh kita. Apalagi kalau sehari lebih dari 2 kali naik-turun tangga ….

Jadi saya berpikir, kalau memang harus punya rumah bertingkat, lebih baik anak saya saja yang tidur di lantai atas. Atau lantai atas dipakai untuk menyimpan barang2 yang jarang digunakan (alias gudang).

Untungnya saya dan suami mendapat lahan yang cukup luas untuk dibuat rumah yang tidak bertingkat…..hahahahahaha


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: